Dengan berat hati, pemerintahan Joko Widodo dan M Jusuf Kalla akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar. harga baru tersebut berlaku mulai pergantian hari senin (17/11) ke selasa (18/11).
Kedua BBM bersubsidi tersebut masing-masing naik sebesar Rp 2.000 per liter. saat ini, harga premium menadi Rp 8.500 per liter dan solar Rp 7.500 per liter.
Tentu saja, keputusan ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. mereka yang pro bisa memahami bahwa kenaikan harga BBM adalah salah satu jalan bagi pemerintah untuk menstabilkan keuangan negara. selain itu, kenaikan inflasi dapat ditekan hingga ke titik terendah.
Momentum kenaikan harga BBm juga dipandang sangat tepat. dimana, harga minyak dunia sedang turun dan harga beberapa barang konsumsi di dalam negeri relatif rendah.
meski begitu, menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, hitung-hitungan harga minyak premium dan solar tidak bisa berpatokan pada turunya harga minyak dunia hanya dalam beberapa pekan terakhir. sebab, ada kemungkinan pula harga minyak dunia akan kembali naik,meski tidak banyak.
dikatakannya, dengan mengalihkan subsidi BBM ke sektor produktif, akan banyak infrastruktur, perlindungan kesejahteraan masyarakat kurang mampu dan pembangunan pembangkit listrik yang bisa di bangun.
selain itu, tentu saja. kenaikan harga BBM sangat erat kaitannya dengan subsidi. kebijakan tersebut dipercaya dapat menghemat anggaran pemerintah untuk menyubsidi BBM.
bambang menyebutkan, kenaikan BBM subsidi akan memberikan tambahan anggaran untuk belanja produktif pemerintah lebih dari Rp 100 triliun. angka yang cukup fantastis.
selain itu, tambahan anggaran dari pengalihan subsidi BBM akan di pakai dalam agenda prioritas Kabinet Kerja, yakni meningkatkan produksi pangan. misalnya untuk memperbaiki irigasi yang rusak dan membangun irigasi yang baru.
kemudian, selain itu tambahan anggaran ini juga akan digunakan untuk peningkatan produksi energi. sperti mempercepat realisasi pembangunan pembangkit, dan juga untuk sektor kemaritiman dan kelautan, pembangunan dan perbaikan jalan-jalan baru yang memang memprioritaskan untuk kepentingan masyarakat, untuk membuat masyarakat lebih produktif.
sementara mereka yang kontra dengan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi juga punya alasan yang bisa dimaklumi, kondisi masyarakat indonesia pada umumnya masih berada di lingkaran kemiskinan. beban masyarakat yang sudah demikian berat harus ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM.
padahal, seperti yang kita tahu, kenaikan harga BBM pasti menimbulkan efek domino. hampir tidak ada barang atau kebutuhan pokok masyarakat yang tidak akan naik harganya akibat kenaikan harga BBM.
namun, sebagai langkah penangkal, Jokowi-JK telah lebih dahulu membuat tiga program unggulan yang diperuntukan bagi rakyat kecil, ketiganya adalah Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan kartu Indonesia Pintar. program itu diharapkan dapat menjaga daya beli rakyat dan memulai usaha-usaha di sektor ekonomi produktif.
meski terasa berat, pemerintah telah mengetuk palu. kita hanya bisa berharap kenaikan harga BBM subsidi bisa membuang keuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin stabil, dan pada akhirnya dapat menyejahterakan rakyatnya.